Senin, 14 Maret 2011

LAZIS NU Jombang: Bertahan Untuk Memberikan Pelayanan

Sampai bulan Januari 2009, LAZIS-NU Jombang secara resmi sudah berjalan selama 10 bulan sejak di launching pada tanggal 23 Maret 2008. Dalam perjalanan selama 10 bulan ini kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan antara lain: (1) kegiatan pencarian dana (fund raising), (2) pendistribusian dan, (3) pengelolaan.

Kegiatan pencarian dana (fund raising) dilakukan dengan melakukan kampanye melalui spanduk, brosur serta melalui pengajian-pengajian, serta memberikan informasi secara door to door kepada calon donatur. Kegiatan pencarian dana ini, selam ini dilakukan oleh divisi Jalbul Muzakki dengan mendatangi para donatur secara rutin. Divisi ini beranggotakan dua orang, namun saat ini yang aktif tinggal satu orang. Disamping dilakukan oleh divisi Jalbul Muzakki, pencarian dana juga dilakukan oleh seluruh orang yang selama ini aktif di LAZIS-NU Jombang baik ketua pengurus atau direktur LAZIS-NU sendiri. Banyak kendala yang dialami dalam kegiatan ini. Hal ini karena masyarakat, terutama warga NU Jombang, masih belum sepenuhnya mempercayai LAZIS-NU Jombang sebagai lembaga di bawah NU Jombang yang menjalankan mandat untuk mengelola dana zakat, infaq dan sodaqoh. Meskipun untuk saat ini, pengelolaan LAZIS-NU benar-benar dikelola secara terbuka, berkelanjutan dan mengarah pada profesioanlisme. Hal ini dimaklumi oleh pengurus LAZIS-NU Jombang, karena LAZIS-NU Jombang masih berjalan sekitar 10 bulan. Belum banyak dermawan NU yang mengetahui tentang LAZIS-NU Jombang dan cara kerjanya saat ini. Hal ini sudah terbukti bahwa, masih banyak masyarakat, terutama warga NU yang masih menyangsikan kinerja LAZIS-NU Jombang. Walaupun begitu, bukan berarti LAZIS-NU Jombang sama sekali tidak memiliki donatur, baik berupa zakat, infaq atau sodaqoh. Sedikit demi sedikit, saat ini masyarakat, terutama masyarakat yang tahu cara kerja LAZIS-NU Jombang saat ini, mulai menaruh kepercayaan kepada LAZIS-NU Jombang, hal ini terbukti beberapa dermawan sudah mulai dan terus menyalurkan melalui LAZIS-NU Jombang baik berupa zakat, infaq dan sodaqoh.

Kepercayaan para dermawan dan donator saat ini terus berkembang, sejalan dengan terus berkembangnya wilayah pendistribusian dana yang dilakukan oleh LAZIS-NU Jombang melalui kegiatan i’thoul mustahiq (pendistribusian/penyaluran). Pendistribusian atau penyaluran dana yang diterima oleh LAZIS-NU Jombang kepada yang berhak (mustahiq) sampai saat ini dilakukan secara merata dibeberapa wilayah kecamatan di Jombang. Musathiq menurut LAZIS-NU Jombang dibedakan menjadi (1) mustahiq untuk kebutuhan mendesak, termasuk untuk bantuan bencana alam (mustahiq konsumtif), (2) mustahiq untuk pengembangan usaha ekonomi (mustahiq produktif) dan, (3) mustahiq pengembangan kapasitas (beasiswa atau tunjangan guru/da’i).

Distribusi dana dan barang yang dilakukan LAZIS-NU Jombang di 8 tempat di wilayah Jombang selama November 2008-Januari 2009, dijamin tepat sasaran. Karena dalam melakukan pendataan dan penyaluran, LAZIS-NU selalu bekerjasama dengan pengurus MWC dan Ranting NU di seluruh Jombang atau dengan organisasi yang benar-benar sudah teruji. Distribusi atau penyaluran dana dan barang juga sangat membantu dan betul-betul dirasakan oleh mustahiq baik yang konsumtif atau untuk beasiswa. Misalnya distribusi yang dilakukan di Bandungsari Diwek, paket yang diberikan oleh LAZIS-NU Jombang, 100 persen tepat sasaran, karena yang menentukan mustahiq adalah orang setempat, dan benar-benar dirasakan baik oleh warga yang kurang mampu dan anak-anak sekolah yang belajar di MI Darul Hikmah.
Dalam setiap melakukan distribusi, selalu disampaikan salam dari para donatur, mohon do’a untuk para donatur agar selalu diberi kelapangan rizki. Hal ini dilakukan karena do’a dari orang-orang yang kurang beruntung sangat mustajab.

Berjalan baiknya dua kegiatan diatas, karena ditunjang oleh kegiatan pengelolaan (management) yang saat ini dipimpin oleh Ir. Edy Labib Patriadin dibantu divisi penguatan lembaga (taqwiyah jam’iyah) Isror Fanani, SE sebagai akuntan dan Sugiati Ningsih sebagai kasir. Kegiatan pengelolaan ini bermarkas di kantor LAZIS-NU Jl. Patimura. Setiap hari kecuali hari Sabtu dan Minggu sejak pukul 08.30 sampai 15.00, kantor LAZIS-NU Jombang membuka layanan dan melakukan kegiatan manajemen: membuat perencanaan, melakukan pemantauan (monitoring) dan evaluasi. Kebosanan kerap menghinggapi orang-orang kantoran ini, karena kerja yang dilakukan adalah menunggu. Padahal jika usaha pencarian tidak dilakukan, maka apa yang ditunggui tidak akan pernah datang. Memang butuh muwadlobah dan istiqomah dalam bekerja, karena jika tidak, maka LAZIS-NU Jombang tidak akan pernah berjalan.


Manfaat keberadaan LAZIS-NU
Selama ini di lingkungan Nahdlatul Ulama’, kegiatan pengelolaan dana umat, terutama zakat dilakukan pada waktu-waktu tertentu, misalnya ketika menjelang bulan puasa Ramadhan atau ketika menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pengelolaan zakat, infaq dan sodaqoh belum dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan (sustainable) serta dikelola oleh badan khusus yang mengelola dana zakat, infaq dan sodaqoh.

Dengan ‘adanya’ LAZIS-NU di Jombang, pengelolaan zakat, infaq dan sodaqoh tidak dilakukan secara responsive dan pada waktu-waktu tertentu saja. Namun dilakukan secara terencana, sistematis dan terus menerus (sustainable). Hal ini karena orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan tidak hanya terjadi pada momen-momen tertentu seperti bulan puasa, Idul Fitri atau Idul Adha. Sehingga, keberadaan NU sebagai organisasi bisa dirasakan menfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga NU, secara langsung dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini.

Harapan kepada warga NU
LAZIS-NU Jombang adalah lembaga yang secara resmi mendapat mandat dari Pengurus Cabang NU Jombang untuk menjalankan kegiatan pengelolaan zakat, infaq dan sodaqoh. Sampai saat ini, LAZIS-NU Jombang sudah menjalankan mandat tersebut dengan baik, mulai dari menyusun program, membuat sistem atau aturan main sampai menjalankan program dan sistem tersebut. Semua sudah dijalankan dengan baik. Ada satu hal yang sampai saat ini masih terus didambakan, yaitu kepercayaan dari masyarakat terutama pengurus dan warga NU. Kepercayaan disini artinya adalah kesadaran dan kepercayaan dari, khususnya warga dan pengurus NU, untuk secara sukarela menyalurkan zakat, infaq dan sodaqohnya melalui LAZIS-NU Jombang.

Memang secara internal di LAZIS-NU Jombang, juga harus berfikir keras untuk meningkatkan pelayanan, melakukan upaya-upaya penyadaran bahwa zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Penyadaran ini tidak hanya sekedar melakukan kampanye dengan kata-kata tetapi juga dengan menghadapkan pada masalah kemiskinan yang riil yang terjadi setiap hari. Karena itu, kerja lebih keras lagi harus dilakukan. (mus)

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger